Upacara Dewi Anjani di Puncak Rinjani

Nama gunung Rinjani sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, bahkan namanya sudah terkenal sampai ke pelosok dunia. Ya, dikenal begitu mahsyur karena gunung rinjani menyimpan keeksotisan yang indah. Sebuah surga duniawi bagi mereka penikmat alam bebas. Tetapi selain pesona alamnya yang indah, Rinjani juga menyimpan cerita yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya seorang Dewi Anjani.

Termasuk dalam wilayah administratif Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan ketinggian 3726 mdpl menjadikan Rinjani sebagai gunung tertinggi ketiga di Indonesia. Sehingga membuat Lombok tidak hanya unggul dalam wisata alam bahari, tetapi juga wisata alam gunung bagi mereka yang menyukai tantangan dan petualangan di alam bebas.

 

dewi-anjani

Meski tidak mudah dalam mencapai puncak Rinjani, namun sepadan dengan sajian alam yang memanjakan mata, bahkan ketika proses perjalanan mendaki baru dimulai. Pemandangan apik dari Desa Sembalun Lawang yang dikelilingi oleh bukit-bukit dengan latar Gunung Rinjani yang gagah menjadi sajian awal untuk memulai pendakian.

Selanjutnya, dari basecamp sembalun menuju pos dua akan berjumpa hamparan rerumputan hijau tanpa pohon-pohon rindang sebagai peneduh menjadikan perjalanan mendaki gunung seolah berada di bibir pantai. Titik menarik lainnya adalah ketika berada di pelawangan sembalun, di ketinggian 2639 mdpl ini ditumbuhi bunga abadi nan langka edelweiss, masyarakat lokal menganggap bunga tersebut merupakan bagian misteri dunia dari kerajaan roh, konon pada zaman dahulu seseorang yang menginginkan bunga ini harus cukup berani untuk bertarung dan mempertaruhkan jiwanya. Oleh karena itu bunga ini juga disebut bunga sandar nyawa.

Spot terbaik dari gunung Rinjani adalah berada di puncak Rinjani, karena dengan berada di titik tertinggi di Nusa Tenggara Barat ini terlihat awan yang menggumpal, Gunung Agung Bali serta Selat Alas dengan gradasi biru kelautan yang memisahkan pulau Lombok dan Sumbawa dengan mata telanjang. Lebih jelas lagi pemandangan dari ketinggian berupa Gunung Barujari, dan Danau Segara Anak.

Keindahan tidak hanya berhenti disitu, jika sempat menggapai puncak Rinjani pada saat matahari terbit, akan muncul “The shadow of Rinjani”, bayangan karena paparan sinar matahari mengarah langsung ke gunung Rinjani sehingga membentuk segitiga dan nampak seperti gunung asli.

Danau segara anak ini juga dipercaya sebagai salah satu tempat sakral dan memiliki nilai religius tinggi sehingga banyak digunakan oleh masyarakat setempat untuk melakukan berbagai upacara ritual.

Salah satu upacara yang terkenal adalah upacara suci Wettu Telu, yakni upacara yang digelar untuk menghormati Dewi Anjani yang dipercaya masyarakat lokal sebagai penunggu gunung Rinjani. Ada juga tradisi Mulang Pakem atau tradisi meminta turun hujan kepada Dewi Anjani dengan cara memberikan sesaji, menyembelih hewan dan menenggelamkan replika ikan-ikan kecil yang terbuat dari emas ke dalam danau.

Jika berminat mengunjungi Danau Segara Anak, ada baiknya mengerti pantangan-pantangan yang harus dihindari, yaitu tidak boleh melakukan hubungan intim suami istri, jangan mengeluh dan berkata kotor, dan harus tetap sabar dalam menghadapi persoalan.

Bermalam di danau ini merupakan pilihan yang sangat tepat bagi yang ingin menjajal alam bebas, terlepas boleh percaya atau tidaknya mitos-mitos tersebut, tapi yang pasti jika selalu mematuhi aturan dan tata tertib yang berlaku maka perjalanan yang dilakukan akan berkesan dan bermakna. Sehingga selain berwisata alam di Rinjani, para wisatawan juga sekaligus wisata religi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *